X-Men: Days of Future Past; an entertaining time travel adventure!

 
Film X-Men: First Class yang dibesut Matthew Vaughn beberapa tahun lalu bukan cuma mengobati kangen para fans X-Men tapi juga memberikan pegangan yang kuat untuk kisah selanjutnya, terutama karena film X-Men: The Last Stand dicaci maki semua pihak dan First Class memberikan kisah yang jauh berkualitas. Percaya atau tidak, sutradara Bryan Singer yang pernah membuat film X-Men (pertama) dan sequelnya; X2, berhasil membuat sebuah proyek X-Men yang cukup ambisius dengan menggabungkan trilogi X-Men (X-Men, X2 & The Last Stand) dengan First Class, hasilnya adalah sebuah film berjudul Days of Future Past. So.. X-Men: Days of Future Past merupakan sequel dari film First Class sekaligus sequel juga dari The Last Stand. Hasilnya? JUARA!!! 
Menurut saya, sutradara Bryan Singer bersama penulis naskahnya Simon Kinberg bisa dengan rapih merangkai kembali kisah X-Men dan mengembalikannya ke jalur yang 'benar', dan tugas itu ada di pundak Wolverine. Logan (Hugh Jackman) diminta Prof. X (Patrick Stewart) dan Magneto (Ian McKellen) yang kini sudah berdamai untuk kembali ke masa lalu demi mencegah Raven/Mystique (Jennifer Lawrence) melakukan pembunuhan terhadap Dr. Boliver Trask (Peter Dinklage) di tahun 1973. Pembunuhan ini menjadi cikal bakal lahirnya program Sentinel yaitu program pemusnahan kaum mutan oleh robot yang dibuat Trask berdasarkan DNA milik Mystique. Di masa depan, robot-robot Sentinel ini rupanya melakukan pembantaian bukan cuma seluruh mutan tapi juga umat manusia, itulah sebabnya Logan harus berhasil melakukan tugasnya atau tidak akan ada satupun dari mereka yang akan selamat. 
 
Semua pemain tampil solid, baik yang dari Trilogi maupun yang dari First Class, visualisasinya digarap dengan sangat baik. Yang paling ciamik adalah adegan pembebasan Erik yang dilakukan oleh Quicksilver di Pentagon, adegan slow motion-nya dikoreografikan dengan indah, menghibur dan lucu. Days of Future Past jelas menjadi film superhero yang komplit dan menghibur, meskipun ada beberapa pertanyaan penting yang membuat saya bingung seperti bagaimana Prof. X hidup kembali setelah tewas oleh kekuatan Dark Phoenix di film The Last Stand. Saya pribadi  merasa senang bisa melihat kembali Storm, Jean, Scott, Kitty dll dalam timeline kisah yang baru, apalagi jika mereka akan lanjut tampil di X-Men: Apocalypse yang akan rilis tahun 2016. Bicara tentang Apocalypse, bila Anda menyaksikan post credit scene film ini, Anda (yang bukan penggemar berat X-Men) mungkin bertanya-tanya siapa orang bertudung yang sedang membuat piramid itu? Well.. katanya, dia adalah En Sabah Nur, mutan paling pertama yang muncul di dunia dan nama lainnya (dalam komik) adalah Apocalypse. Tebakan saya, dia akan menjadi musuh yang harus dilawan dalam film X-Men: Apocalypse nanti. Can't wait..!!!
 It scores 8 outta 10!

Leave a Reply

Tags: