#Transformers: The Last Knight

Tak terasa sudah 10 tahun kita disuguhi film Transformers, masih terbayang dikepala saya adegan Sam Witwicky yang ngebut naik sepeda mini berkejaran dengan Bumblebee. Itu dari film pertama yang rilis tahun 2007 dan buat saya banyak sekali adegan yang membekas di benak saya karena filmnya memang keren. 10 tahun kemudian sutradara Micheal Bay masih memegang kemudi dengan film kelima yaitu Transformers: The Last Knight. Apakah masih sehebat film pertamanya?

Jika Anda saat ini berusia KURANG DARI 15 Tahun maka jawabannya adalah YES! The Last Knight penuh adegan dar der dor, bang bang bang dan bum bum bum banyak ledakan besar membabi buta yang sangat heboh khas gaya Michael Bay, jadi bisa dipastikan penonton berusia 15 tahun kebawah pasti akan sangat menikmatinya, begitu juga dengan fans BERAT Transformers, hanya fans berat.

Saya bukan penggemar robot Transformers tapi pengagum film pertamanya, sukses menguap dan terkantuk-kantuk sepanjang film yang penuh aksi non-stop ini. Bagian yang paling menarik buat saya hanya pada saat Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins) berbagi dialog dengan robot pembantu mirip C3PO yang sosiopat bernama Cogman, bukan cuma lucu tapi juga menyentuh. Karakter yang lain menurut saya gak jelas status dan tujuannya (klo gak mau dibilang tempelan) kecuali Cade Yeager (Mark Wahlberg), itupun kalau Anda sudah menyaksikan film keempat; Age of Extinction, kalau belum ya Anda gak akan tahu siapa itu Cade Yeager.

Satu lagi hal yang paling menarik dari film ini (dan semua film Transformers) adalah tampilan visualnya. Kayaknya sih inilah yang jadi andalan Studio Paramount Pictures, memanjakan mata penonton lebih penting daripada kualitas cerita, dan The Last Knight buat saya adalah yang paling buruk kualitas ceritanya. Karena ini adalah film Transformers maka para robotlah yang jadi jualan utama, jadi pastikan mata Anda fokus ke para robot Transformers di sepanjang film, bukan ke Mark Wahlberg, bukan ke Laura Haddock (yang mirip Megan Fox), bukan juga ke teks bahasa Indonesia tapi ke para robot Transformers. Hampir semua elemen dari film ini bersifat pengulangan, artinya banyak adegan (konsep, dialog dll) yang sudah pernah saya lihat sebelumnya di film lain.

Overall, film ini sangat memanjakan mata Anda dengan banyak adegan action yang spektakuler dan usahakan menyaksikannya dilayar paling lebar yang bisa Anda temukan, seperti IMAX-nya XXI atau Starium-nya CGV.  Sedangkan kualitas ceritanya dan karakternya menurut saya yang paling payah dari semua film Transformers. Studio Paramount sudah mengumumkan adanya spinoff yang dibintangi Bumblebee, semoga spinoff tersebut bisa memberi penyegaran layaknya Deadpool dan Logan memberi penyegaran pada franchise X-Men… *finger’s cross*



Leave a Reply