Transcendence for a better future

 

Dr. Will Caster (Johnny Depp) dan Evelyn (Rebecca Hall) adalah pasangan suami istri ilmuwan yang sedang mengerjakan proyek AI (Artificial Intellegence), sebuah komputer super pintar yang memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Sebuah kelompok anti teknologi pimpinan Bree (Kate Mara) mencoba menggagalkan proyek Dr. Caster dengan cara menembaknya. Peluru yang melukai Will Caster ternyata memiliki radiasi mematikan sehingga membuat Will sekarat. Dengan bantuan rekan kerja mereka, Max (Paul Bettany) yang juga ilmuwan sekaligus sahabat dekat keluarga Caster, Will men-download pikiran dan jiwanya ke komputer AI ciptaan mereka. Keberhasilan Will ‘memindahkan’ pikirannya membuat masalah baru, Will haus akan informasi dan inovasi, bahkan membuat banyak terobosan penemuan yang mengkhawatirkan kelompok RFIT pimpinan Bree sekaligus pemerintah yang merasa terancam. Transcendence adalah film layar lebar pertama yang dibuat Wally Pfister sebagai sutradara. Bila Anda penggemar film, Anda mungkin mengenal karyanya sebagai sinematografer dalam film-film Chris Nolan The Dark Knight Trilogy dan Inception. Pfister bisa dibilang sukses menggarap film ini dari sisi sinematografinya tapi gagal total untuk aspek lainnya. Konsep film ini sebenarnya menarik meskipun mengingatkan saya pada film lain karena idenya memang gak terlalu orisinil. Naskah ceritanya gak fokus bahkan melantur kemana-mana, hal ini diperparah dengan performance para pemainnya yang biasa-biasa saja, kecuali Morgan Freeman yang bisa ‘menyegarkan’ suasana. Bila Anda pecinta scifi mungkin tertarik dengan kisah yang ditawarkan di film ini, hanya saja ada sebagian yang suka dan ada juga yang mengantuk. Saya ikut group yang mengantuk saat menyaksikannya.

 

It scores 5 outta 10!

Leave a Reply