The Foreigner Review

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau film The Foreigner adalah adaptasi dari novel karya Stephen Leather yang rilis tahun 1992 berjudul The Chinaman, termasuk saya. Martin Campbell yang pernah membuat Casino Royale dan Green Lantern duduk di kursi sutradara mengarahkan Jackie Chan dan Pierce Brosnan di film ini. Campbell dan Brosnan pernah kerjasama dalam film 007, GoldenEye.

Quan (Jackie Chan) sangat terpukul dengan kejadian ledakan bom yang menewaskan putrinya di sebuah toko di London, Inggris. Ada pihak tertentu yang meng-klaim bertanggung jawab dan akan melakukan pengeboman lagi jika permintaan mereka tidak dipenuhi pemerintah Inggris. Quan merasa seorang pejabat Irlandia yang menjadi perwakilan di Inggris bernama Liam Hennessy (Pierce Brosnan) mengetahui sesuatu tentang teroris ini, oleh sebab itulah Quan memburu Hennessy yang ternyata memang memiliki agenda politik tersendiri.

How can you defeat a man who have nothing to lose? well… You can’t! Cause he have nothing to lose. Tema seperti itu sudah sangat sering menjadi tema film sehingga jadi membosankan dan menurut saya The Foreigner menjadi salah satu film yang membosankan. Pertama, film ini terlihat agak sulit membedakan mana yang plot utama dan mana yang plot sampingan, ada agenda politik Hennessy dan ada agenda balas dendam Quan. Mungkin karena ingin terlihat saling berhubungan malah membuat kedua plotnya menjadi tumpang tindih dengan cara yang kurang rapih. Kedua , ketika Anda menyaksikan filmnya Jackie Chan yang Anda harapkan adalah adegan aksi spektakuler yang biasa ia lakukan bukan? Ngaku aja! Jika iya, bersiaplah untuk kecele berat karena adegan aksi Jackie di film ini sangat minim apalagi spektakuler. Yang Anda perlu diperhatikan adalah akting sedihnya Jackie sepanjang film patut diacungi jempol.

Ada satu adegan ketika bus tingkat merah yang ada di London meledak di atas Lambeth Bridge di London. Banyak yang tidak tahu kalau sedang ada syuting film The Foreigner saat itu sehingga sempat meresahkan warga sekitar. Meskipun sudah diumumkan jauh-jauh hari sebelumnya tapi tetap saja banyak yang mengira ada serangan teroris. Keputusan Campbell untuk benar-benar meledakkan bus diatas jembatan tanpa efek komputer patut diapresiasi karena satu adegan itulah yang paling menarik dari seluruh durasi film ini.

So… Apakah ini film terbaik Jackie Chan? Nope! Apakah kolaborasi Campbell dan Brosnan menampilkan film yang seseru GoldenEye? Nope! Karena memang tidak ada yang istimewa dari film ini. Kehadiran Jackie Chan akan membuat penonton berharap banyak atau berekspektasi tinggi pada legend yang satu ini terutama adegan aksi yang sayangnya tidak kita temui di The Foreigner. *sigh*

Leave a Reply