The Monuments Men; Raiders of the Lost Art

Saat perang dunia ke dua, tepatnya tahun 1943, tentara Nazi pimpinan Adolf Hitler mengumpulkan barang-barang seni bernilai tinggi dengan cara dicuri atau dirampas dari pemiliknya untuk dikumpulkan dalam sebuah museum milik Hitler yang nantinya akan diberi nama Fuhrer Museum. Banyaknya benda seni yang hancur atau rusak selama perang berlangsung membuat Frank Stokes (George Clooney) membujuk presiden Amerika untuk menyelamatkan barang berharga tersebut dengan cara membentuk sebuah team yang bertugas menyelamatkan, mencari dan mengembalikan benda-benda seni yang hilang selama perang dunia berlangsung. Team kecil ini berisi 7 orang yang ahli dibidang sejarah seni dan arsitek, mereka disebut The Monuments Men. Bukan tugas yang mudah bagi mereka karena tentara Nazi cukup pandai menyembunyikan hasil curian mereka dan dalam kondisi perang nyawa mereka jelas terancam.
Selain menjadi peran utama, George Clooney juga yang menjadi sutradara film ini. Jika dibandingkan dengan karya Clooney sebelumnya yang berjudul The Ides of March maka bisa dibilang The Monuments Men suatu kemunduran. Para aktor yang tampil difilm ini, Matt Damon, Bill Murray, John Goodman, Jean Dujardin, Bob Balaban dan hugh Bonneville serta Cate Blanchett tampil apik dan enak untuk disaksikan. Yang menjadi masalah adalah naskahnya yang kedodoran, banyak plot holes disepanjang film serta terlalu bersesaknya karakter yang ingin ditampilkan. Mungkin dengan maksud memberi porsi yang adil untuk semua tokohnya, film ini malah menjadi tidak fokus dan gak ada ruang untuk memberikan pendalaman karakter bagi semua tokohnya. Karena film ini didasarkan dari kisah nyata maka semua tokoh (utama) yang munculpun berdasarkan para pelaku aslinya, hanya nama-namanya saja yang dirubah. Clooney juga mengatakan bahwa keakuratan materi sejarahnya hanya 80%, sisanya disesuaikan dengan kebutuhan film itu sendiri. Dengan talenta bagus yang ada, sangat disayangkan ternyata hasilnya kurang memberikan bobot yang lebih bagus. Yang harusnya bisa menjadi inspirasi kita, kemungkinan besar hanya akan dianggap sebagai propaganda… *sigh*

It scores 5 outta 10!

Posted via Blogaway

Leave a Reply