The Maze Runner; a thrilling YA novel to movie

Thomas (Dylan O’Brien) terbangun disebuah tempat bernama The Glade, berisi sekelompok pemuda yang ternyata bernasib sama. Mereka semua dikirim ke tempat ini tanpa tahu apa tujuannya, bahkan mereka tidak bisa mengingat identitas diri mereka sendiri. The Glade dikelilingi labirin yang tidak hanya sangat besar tapi juga bisa berubah bentuk setiap malam dan berisi monster bernama Griever. Alby (Aml Ameen) yang merupakan pemimpin kelompok ini bersama Minho (Ki-Hong Lee) dan para Runners telah berusaha mencari jalan keluar melalui labirin raksasa tersebut selama tiga tahun dan belum berhasil. Thomas yakin ia bisa bisa keluar dari tempat itu dan ia mempertaruhkan nyawanya dalam labirin misterius tersebut hingga akhirnya menemukan fakta yang mengejutkan seluruh penghuni The Glade.

Film ini diangkat dari novel YA (Young Adult) berjudul The Maze Runner karya James Dashner yang rilis tahun 2007. Para pecinta film mungkin akan merasakan kemiripan konsep film ini dengan kisah The Hunger Games dan Lord of the Flies, ya mungkin karena memiliki tone yang agak sama, dystopia sci-fi. Yang membuat film ini menarik adalah kekuatan ceritanya yang langsung to the point, bahkan dalam suasana dan latar belakang yang serba misterius. Dari awal film ini berjalan, hal paling banyak yang disuguhkan adalah pertanyaan, berbagai pertanyaan akan muncul dikepala Anda hingga film ini nyaris selesai. Bahkan ketika film ini berakhir pun akan muncul pertanyaan baru di kepala Anda yang hanya bisa dijawab oleh film lanjutannya berjudul The Scorch Trials (kayaknya akan rilis 2016). Untuk sebuah film yang lebih banyak membuat penontonnya bertanya-tanya, The Maze Runner cukup sukses membuat penasaran para penonton hingga akhir dan mungkin bersedia menunggu kelanjutan kisahnya nanti, bahkan bila Anda sudah membaca novelnya pun akan tertarik untuk melihat visualisasi yang ditampilkan sutradara Wes Ball, padahal menurut saya visual efek yang digunakan termasuk biasa saja. Selain cerita yang bagus, film ini juga ditunjang penampilan yang apik dari semua pemainnnya, mereka bisa tampil sesuai porsi dan memberikan gambaran yang enak untuk dilihat. Pendalaman karakternya memang kurang, tapi kemungkinan besar memang disengaja untuk mengundang penonton menyaksikan sequelnya, itu berarti masih ada dua film lagi yang akan rilis karena novelnya sendiri memang berbentuk trilogi. Overall.. film ini cukup seru dan menegangkan untuk sebuah kisah YA jika dibandingkan kisah YA lainnya yang sudah lebih dulu rilis dalam bentuk film layar lebar.

It scores 8 outta 10!

Leave a Reply