The Internship; dinosaur men vs digital kids

Film komedi The Internship karya sutradara Shawn Levy menceritakan tentang duo salesman handal Billy McMahon (Vince Vaughn) dan Nick Campbell (Owen Wilson). Mereka terpukul saat tahu bahwa jam tangan yang mereka jual sudah tidak diproduksi lagi dan perusahaannya gulung tikar sehingga bos mereka, Sammy (John Goodman) memecat mereka. Sekarang siapa sih yang pake jam tangan? Di jaman digital ini kalo orang tau jam berapa sekarang tinggal lihat ke handphone mereka. Dengan galau mereka mencoba mencari pekerjaan lain meskipun gak mudah karena yang mereka kuasai hanya ilmu menjual barang. Billy mencoba mengirimkan aplikasi ke perusahaan Google dengan harapan bisa diterima disana karena dikantornya mereka bisa memberikan makan gratis, ada ‘nap pod’ yang bisa digunakan untuk tidur dan perosotan besar yang menyenangkan. Google adalah salah satu perusahaan raksasa yang kini sedang berjaya dan tidak gampang bisa menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Billy dan Nick mengikuti program Internship (kalo di Indonesia disebut Magang) dan bila mereka lulus maka mereka bisa diterima sebagai karyawan Google. Mereka berdua harus bersaing dengan anak-anak muda yang jauh lebih cerdas di bidang teknologi terkini, sedangkan Billy dan Nick termasuk dinosaurus yang gak ngerti apa-apa tentang teknologi. Teman-teman satu team mereka bahkan ikut mengolok-olok mereka berdua yang ketinggalan jaman, namun keteguhan dan tekad bulat Billy dan Nick akan membuat anak-anak muda ini berfikir dua kali untuk bisa mengalahkan mereka. Jujur saja, film ini bisa disebut sebuah iklan dengan durasi 100 menit lebih. Iklan apa? Ya iklan GOOGLE! Tapi mari kita kesampingkan hal itu sementara. Film ini termasuk film komedi yang efektif, banyak momen lucu yang bisa membuat kita tertawa dan ada momen untuk merenung dan mendapatkan insight dari cerita kisah komedi ini. 15 menit pertama mungkin agak membosankan, namun adegan interview via webcam di perpustakaan menjadi titik tolak kelucuan-kelucuan berikutnya yang cukup seru. Sebagian penonton senior akan merasa terwakili dengan karakter duo Billy dan Nick yang besar di tahun 80an (film Flashdance jadi referensi yang cukup lucu) sedangkan penonton muda yang gila gadget dan teknologi jelas akan mengerti apa yang dibicarakan para Googlers. Chemistry dua komedian Vaughn dan Wilson sangat pas sehingga penampilan mereka sepanjang film sangat menghibur, mengingatkan saya pada film Wedding Crasher yang juga dibintangi mereka berdua. Begitu juga dengan para pemain pendukungnya yang bermain dengan apik terutama Aasif Mandvi yang memerankan Mr. Chetty dengan bengis. Endingnya memang sudah bisa ditebak tapi tapi kisahnya menarik untuk diikuti dari awal hingga akhir.

It scores 6 outta 10!

Leave a Reply