The Intern; work-life unbalance

Apa yang akan Anda lakukan saat Anda sudah pensiun? Diam di rumah? Ikut les bahasa Mandarin? Menghabiskan waktu di Starbucks? Atau mungkin keliling dunia?

The-Intern-new-poster

Ben Whittaker (Robert DeNiro) sudah melakukan itu semua dan masih merasa ada sesuatu yang kurang. Selama hampir 40 tahun ia bekerja sebagai pegawai diperusahaan yang mencetak buku telepon, kini setelah pensiun dan menduda ia masih merasa fit untuk bekerja, itu sebabnya ia melamar dalam ‘Senior Intern Program‘ disebuah perusahaan e-commerce bernama AboutTheFit.com dekat rumahnya.

the-intern

Ben bukan satu-satunya pegawai magang ‘senior’ yang diterima, tapi dia satu-satunya yang harus ‘membantu’ sang pemilik perusahaan, Jules Ostin (Anne Hathaway). Semua pegawai sudah tahu Jules bukan orang yang bersahabat, bukan jutek atau galak, hanya saja ia wanita karir yang workaholic. Awalnya Ben memang ‘dicuekin’ oleh Jules tapi lama kelamaan seiring dengan waktu dan berbagai persoalan (bisnis maupun pribadi) mereka menjadi partner yang saling melengkapi.

The-Intern2

Salah satu karya sutradara Nancy Meyers yang paling memorable buat saya adalah What Women Want, drama komedi yang dibintangi Mel Gibson dan Helen Hunt yang sangat enjoyable dan likable meskipun (sekilas) terlihat seperti persaingan antar gender. Begitu juga dengan film The Intern yang naskahnya ditulis sendiri oleh Meyers, ada pria pensiun yang butuh aktivitas, ada ayah rumah tangga yang insecure, ada pemuda yang gak kreatif versus wanita karir yang super sibuk (katanya demi keluarga), wanita pemijat yang sangat menikmati hidup dan sekertaris yang ingin diakui.

intern2015

De Niro tampil dengan kharisma maksimal, bahkan aktor lain terasa tenggelam disemua adegan yang menghadirkan De Niro, termasuk aktris utama Anne Hathaway. Chemistry antara De Niro dan Hathaway buat saya tak terasa disepanjang film meskipun mereka berdua tampil prima dengan karakternya masing-masing. Kalau soal chemistry justru terlihat antara Ben dan Paige (Jojo Kushner), putrinya Jules. Meskipun singkat tapi terasa pas dan klop. Ada banyak adegan lucu dan ada beberapa yang sedih. Satu bagian yang ‘nggak banget’ buat saya adalah ketika Ben dkk mencoba menirukan Ocean’s 11 untuk mencuri laptop ibunya Jules demi menghapus sebuah email yang salah kirim. Memang faktor cerita dan pendalaman karakter jadi kekurangan film The Intern tapi saya masih bisa menikmatinya.

intern_banner1_quote

Secara keseluruhan film The Intern enak untuk disaksikan dari awal hingga akhir karena memang terasa cozy berkat kombinasi antara kisah yang ringan, visualisasi yang adem dan penampilan juara para bintangnya. Oh.. dan satu hal lagi.. klo Anda cowok, jangan lupa bawa saputangan kemana-mana ya..! ?

 

It scores 7 outta 10!

Leave a Reply