The Avengers: #InfinityWar

Sepuluh tahun Marvel Studio membangun dan mempopulerkan para superhero nya melalui Marvel Cinematic Universe (MCU), hingga akhirnya muncul film Avengers ke tiga yang sangat dinanti, Infinity War. Dan bagian terbaik dari film ini adalah… hampir semua jagoannya tewas akibat ulah Thanos (Josh Brolin).

Saya tidak akan membahas plotnya karena Anda wajib menyaksikan sendiri film ini untuk mendapatkan kesan yang akan berbekas di benak Anda.

Menurut saya Thanos tidak jahat. Dia memang tinggi besar, berkuasa dan tidak perduli dengan apapun demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Satu hal yang perlu Anda ketahui, ia melakukan apa yang ia lakukan demi ‘menyeimbangkan’ alam semesta. Sungguh mulia bukan? Bukan..! Niatnya memang baik tapi caranya salah. Memang sih alam semesta (mungkin) akan menjadi lebih baik jika populasi penghuninya berkurang separuh, dan demi asas keadilan maka ‘pemusnahan masal’ diseluruh jagat raya dilakukan secara acak. Ia sendiri tidak menyukainya, itu sebabnya ia menangis saat mengorbankan putri yang ia cintai, Gamora (Zoe Saldana). Pengorbanan diperlukan demi tujuan yang lebih baik. Setelah berhasil, dia tidak jadi penguasa alam semesta atau mengambil apa yang ia inginkan dari planet bumi, sumber dayanya mungkin? Thanos malah menikmati keheningan ditepian sawah. Kalau tidak salah di komiknya malah ia jadi petani, bukan jadi penguasa yang ingin menguasai semuanya, padahal ia bisa melakukannya selama memiliki Infinity Gauntlet ditangan. Menarik bukan?

Jadi sebenarnya konsep cerita yang ditawarkan bukanlah hal yang baru. ‘Pemusnahan masal’ adalah ide perbaikan kehidupan yang sudah ditanamkan ke benak kita sejak jaman nabi Nuh. Untuk kehidupan yang lebih baik, manusia yang selama ini menjadi sumber masalah, harus dibinasakan. Cara yang paling cepat ya membuat kiamat kecil. Ide ini sudah muncul ribuan kali dalam film berbagai genre, dan kita semua menikmatinya. Ada yang suka tapi banyak juga yang membencinya. Yang saya sukai dari cerita film ini adalah, sekuat apapun superhero paling super, ada saatnya mereka harus mengahadapi kematian, meskipun terpaksa. Berkat film ini semua superhero MCU lebih terlihat manusiawi. Dan itu penting. Kita sudah terlalu cinta dengan Spiderman, Dr. Strange, Vision dan lainnya berkat kesaktian mereka. Menganggap mereka tidak terkalahkan dan pahlawan selalu menang. Infinity War memberikan konsep yang menarik untuk direnungkan. Setiap makhluk hidup trutama manusia pasti memiliki ‘batas’, tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada hingga kita tiba diujung batas, ingin berbuat baik atau berbuat buruk?

Akhir kata, Infinity War menjadi sebuah film superhero yang enak dinikmati secara visual tapi juga menggugah pikiran dengan ide yang ditawarkan. Konsep yang sama juga pernah disampaikan sutradara Russo bersaudara di film Winter Soldier hanya saja yang ini skalanya lebih besar. Jika Anda penggemar superhero Marvel maka Infinity War wajib disaksikan dan bahkan dikoleksi, tentu saja bersama sequelnya nanti.

———– // —————

Ten years Marvel Studio built and popularized its superheroes through the Marvel Cinematic Universe (MCU), until finally the highly anticipated third Avengers film appeared, Infinity War. And the best part of this film is … almost all of our heroes have been killed by Thanos (Josh Brolin).

I will not discuss the plot because you must see it for yourself to get an impression that will remain in your mind.

In my humble opinion, Thanos is not evil. He is indeed very tall, powerful and does not care about anything to get what he wants. One thing you need to know is, he does what he does to ‘balance’ the universe.

Really noble right?

Nope..!

The intention is good but the way he do it is wrong. The universe (maybe) will be better if the population of it’s inhabitants is halved, and for the sake of the principle of justice, he did ‘mass extermination’ throughout the universe and done randomly. He himself does not like it, that’s why he cries he killed the daughter he loves, Gamora (Zoe Saldana). Sacrifice is needed for a better purpose. After succeeding, he did not become the ruler of the universe or take what he wanted from planet earth. Thanos instead enjoyed silence in the fields. If i’m not wrong, in the comic, after this event he becomes a farmer, not a ruler who wants to master everything, even though he can do it as long as he has Infinity Gauntlet in his hand. Interesting right?

Actually the concept of this story is not new at all. ‘Mass annihilation’ as the idea of ​​improving life has been planted in our minds since the days of Noah’s ark. For a better life, people who have been the source of problems must be destroyed. The fastest way is to make a small apocalypse. This idea has appeared thousands of times in various films, and we all enjoy it. Some people like the idea but many also hate it. What I like about the story of this film is that, as strong as any superhero, there are times when they have to face death, even though they don’t want to. Thanks to this film, all MCU superheroes look more human now. And that is important. We’ve been too much in love with Spiderman, Dr. Strange, Vision and others, thanks to their magic. Assume they are invincible and the hero always wins. Infinity War provides an interesting concept to contemplate. Every living thing, especially humans, must have a ‘limit’, it’s just how do we use the time available until we arrive at the edge of that limit, do you want to do good things or do bad things? You decide.

Finally, Infinity War is a superhero movie that is visually enjoyable but also inspires with the idea they offered. The same concept was also conveyed by director Russo brothers in the Winter Soldier, only this one have a bigger scale. If you are a huge fan of Marvel superheroes then Infinity War is a must see and even collected, of course along with the sequel.

Leave a Reply