Snowpiercer; Korean filmmaker with Hollywood’s taste

Ketika dunia membeku di masa depan, ada sebuah kereta yang berjalan nonstop tanpa henti berisi manusia-manusia yang selamat dari kiamat es tersebut. Ibarat bahtera nabi Nuh, kereta ini pun dianggap keramat begitu juga dengan orang yang menciptakan keretanya, Mr Wilford (Ed Harris). Tidak ada yang tahu rupa Wilford karena ia tinggal di gerbang depan tempat mesin utama kereta ini bekerja, The Engine Room ini sangat eksklusif dan tidak bisa dimasuki siapapun tanpa izin Wilford. Curtis (Chris Evans) yang tinggal di gerbong paling belakang merasa sudah waktunya untuk memberontak. Kereta Wilford ini terdiri dari banyak gerbong yang memisahkan penghuninya berdasarkan kasta, gerbong paling belakang adalah milik orang-orang miskin yang diizinkan naik kereta ini secara cuma-cuma, sementara penghuni gerbong lainnya adalah orang-orang kaya yang membeli tiket kereta dengan harga yang sangat mahal demi kelanjutan hidup mereka. Curtis yang dibimbing Gilliam (John Hurt) menyusun rencana pemberontakan dengan seksama dan mereka mendapat petunjuk tertulis yang tertanam dalam makanan mereka yang dikirim orang misterius di gerbong depan. Untuk bisa menembus gerbong demi gerbong ke depan, Curtis membutuhkan seorang ahli security bernama Namgoong Minsu (Song Kang-Ho) yang hanya bisa berbicara dalam bahasa korea. Perjalanan menembus gerbong hingga ke depan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang memakan banyak nyawa, sebuah revolusi akhirnya terjadi di kereta yang telah berkeliling dunia selama 20 tahun tanpa berhenti. Film Snowpiercer ini diangkat dari novel grafis berjudul “Le Transperceneige” karya Jacques Lob, Benjamin Legrand dan Jean-Marc Rochette. Sutradara asal Korea Bong Joon-ho menurut saya berhasil membuat salah satu kisah scince fiction bertema ‘end of day’ yang sarat dengan kritik sosial dengan visualisasi yang apik. Semua pemain juga bermain dengan apik meskipun pendalaman karakternya menurut saya kurang dalam. Karakter yang dibawakan Tilda Swinton akan menjadi tokoh memorable bagi pecinta film, percaya deh… Production designnya sangat oke, setting dalam kereta dimana masing masing gerbong memiliki fungsi dan layout yang unik (klo gak mau dibilang fantastis untuk sebuah kereta). Bila Anda suka film ini, saya sarankan saksikan versi animated prequel Snowpiercer di Youtube karena ada penjelasan yang perlu Anda ketahui.

It scores 7 outta 10!

Posted via Blogaway

Leave a Reply