Riddick; it’s Pitch Black all over again!

If you love action sci-fi Pitch Black (2000), you’ll love this one! Sutradara David Twohy kembali untuk ketiga kalinya membawa kita melihat petualangan Richard B. Riddick yang diperankan Vin Diesel yang merangkap sebagai produser di film yang kali ini diberi titel (hanya) Riddick. Settingnya lima tahun setelah kisah The Chrocicles of Riddick (yang rilis tahun 2004), ketika Riddick dikhianati oleh Commander Vaako (Karl Urban) yang menjanjikan dirinya pulang ke planet Furya. Alih-alih tiba di planet Furya, Riddick malah ditelantarkan disebuah planet terasing oleh Krone (Andreas Apergis) kaki tangan Vaako. Di planet ini ia mencoba bertahan hidup sendiri, terutama dari serangan makhluk-makhluk ganas yang mendiami planet ini lebih dulu. Sadisnya makhluk-makhluk ini membuat Riddick merasa harus segera meninggalkan planet tersebut, kebetulan ada sebuah stasiun pemancar yang bisa mengirimkan sinyal darurat, konsekwensinya adalah ia akan diburu oleh para pemburu hadiah (bounty hunter) yang rela membunuh Riddick demi uang imbalannya. Dua buah pesawat bounty hunter mendarat memenuhi panggilan darurat yang dikirim Riddick, satu team dipimpin Santana (Jordi Molla) yang congkak dan team lainnya di pimpin Johns (Matt Nable) yang well organize. Awalnya mereka berseteru untuk mendapatkan Riddick namun akhirnya mereka saling bekerjasama, karena sebenarnya bukan Riddick yang harus mereka khawatirkan, melainkan makhluk-makhluk penghuni planet ini yang datang saat hujan badai dengan jumlah ratusan. Kisah film ini merupakan sambungan langsung dari film The Chronicles of Riddick tapi benang merahnya terkait erat dengan film pertamanya, Pitch Black. David Twohy mengambil keputusan yang cerdas dengan menulis cerita Riddick yang mengambil konsep cerita mirip dengan film pertama yang sukses besar serta melambungkan nama Vin Diesel. Iapun dengan leluasa mendalami karakter Riddick dari sisi emisonal yang tidak pernah tergali dari dua film sebelumnya (kemarahan, kesepian, ketegaran dan ketakutan), hal ini digambarkan di sepertiga pertama film yang memperlihatkan cara Riddick bertahan hidup dan Vin Diesel membawakannya dengan sangat apik. Performance para pemain pendukungnya juga enak dilihat, sesuai dengan karakter yang diinginkan. Yang perlu diacungi jempol adalah sinematografi dan visual efeknya. David Eggby berhasil menampilkan pemandangan planet yang tandus dan seram tapi indah (apalgi klo disaksikan dilayar IMAX), FYI ajah lokasi syutingnya dilakukan di gurun daerah Farafra Mesir. Sebenarnya gosip tentang film Riddick sudah beredar sejak tahun 2006 namun baru tahun 2012 bisa dilaksanakan syutingnya karena menunggu kesiapan Diesel dan Twohy serta pematangan skrip yang dibuat Twohy yang awalnya diberi rating PG-13 (Remaja) dirubah menjadi Rating R (dewasa) sama dengan film Pitch Black. Saya pribadi senang dengan kembalinya Riddick ke layar lebar, bagaimana dengan Anda?

It scores 8 outta 10!

Leave a Reply