Ready Player One

Saya katakan sekali lagi… I love Steven Spielberg’s works dan film Ready Player One kini masuk jajaran My All Time Favourite Movies berkat kisahnya yang memaksa saya untuk tidak berkedip demi mendapatkan (banyak) penampakan icon-icon film lama yang saya sukai, beberapa diantaranya yang terlihat jelas adalah The Iron Giant, The Shining, King Kong, Jurassic Park dan Back to the Future. Yang sekelebat ada Batman, the old Batmobile, Joker, Harlequin, Mach 5 nya Speed Racer, boneka Chucky, Van hitamnya The A Team dan masih banyak lagi.

Kisahnya terjadi di tahun 2045 ketika semua orang senang sekali menghabiskan waktu di dunia maya ketimbang dunia nyata. Di dunia maya mereka bisa menjadi dan melakukan apapun yang mereka inginkan, padahal di dunia nyata hanyalah orang miskin dan tidak dianggap apa-apa. Itulah yang terjadi pada Wade Watts (Tye Sheridan), pemuda yang tinggal ditempat kumuh bertumpuk bersama tantenya yang punya pacar brengsek. Pelarian Wade ada di Oasis, sebuah virtual reality interaktif yang diciptakan Halliday (Mark Rylance). Ketika Halliday meninggal, ia meninggalkan sebuah pesan pada para penghuni Oasis bahwa ia telah menyembunyikan 3 buah easter egg / kunci yang akan memberikan pemenangnya akses penuh untuk ‘memiliki’ program Oasis, sama seperti berburu harta karun dengan hadiah yang berlimpah. Wade yang memang mengagumi Halliday sejak lama memutuskan untuk ikut menjadi Gunter (egg hunter), siapa tahu bisa merubah nasib. Ancaman bagi Gunter bukan hanya terjadi di Oasis tapi juga di dunia nyata, itu berarti Wade harus berpacu dengan waktu agar ia dan teman-temannya terhindar dari malapetaka yang bisa membuat nyawa mereka melayang.

Bagi orang-orang dari generasi X atau bahkan baby boomers, film Ready Player One menjadi oasis yang bisa menghilangkan dahaga sesaat ketika menyaksikannya. Meskipun sekelebat, ingatan kita akan icon-icon populer tahun 80an akan muncul kembali di otak kita dan bisa bertahan berhari-hari. Meskipun ceritanya biasa saja, film ini menjadi luar biasa berkat visualnya.

Secara visual, film ini sangat menarik, bukan karena animasinya yang biasa saja tetapi lebih karena isi materinya yang ditunggu para penonton. Apa materinya? Ya icon-icon populer itu tadi. Kita akan memaksa mata untuk tidak melewatkan icon-icon yang bisa tertangkap mata karena memang mereka munculnya hanya sekelebat. Para aktornya juga tidak istimewa tapi mereka bisa tampil baik sesuai porsinya masing-masing.

Overall, Ready Player One jadi tontonan wajib pecinta film dan mereka yang ingin bernostalgia dengan pop culture tahun 80-90an. Bahkan kalau bisa malah ditonton berkali-kali, atau kalau masih kurang puas ya saya sarankan membaca novelnya.

== # ==

Like i said before … I love Steven Spielberg’s works and Ready Player One is now in My All Time Favorite Movies’ list thanks to the story that forced me not to blink for the (much) appearance of old movie icons that I really love, some of the obvious ones are The Iron Giant, The Shining, King Kong, Jurassic Park and Back to the Future. And i saw a glimps of Batman, the old Batmobile, Joker, Harlequin, Mach 5 of Speed ​​Racer, Chucky, the black Van from The A Team and many more.

The story takes place in the year 2045 when everyone is happy to spend time in the virtual world rather than the real world. In this cyberspace they can be and do whatever they want, whereas in the real world the people are poor and not considered anything. That’s what happened to Wade Watts (Tye Sheridan), a young man who lives in a shanty place piled up containers with his aunt who has a jerk boyfriend. Wade’s escape is in Oasis, an interactive virtual reality created by Halliday (Mark Rylance). When Halliday died, he left a message to Oasis residents that he had hidden 3 easter eggs that would give the winner full access to ‘own’ the Oasis program, just like treasure hunting with abundant gifts. Wade who really admire Halliday for a very long time decided to join Gunter (egg hunter) to change his fate. The threat to Gunter is not just happening in the Oasis but also in the real world, it means Wade has to race against time so that he and his friends can avoid the calamities that can make their lives gone.

For people of the ‘generation X’ or even ‘baby boomers’, Ready Player One becomes an oasis that can eliminate our thirst for a moment when watching it. Even though for a glimps, our memories of popular icons of the 80s will reappear in our brains and can last for days. Although the story is as ordinary as any movie, this film becomes extraordinary because of the visual.

Visually, this film is very interesting, not because the animation is special (it’s so average) but more because the content of the material awaited the audience. What is the material? It’s the pop culture’s icons. We will force our eyes to not miss the icons that can be caught by the eye because they appear only in a flash. The actors are also not that special but they can perform well enough according to their respective portions.

Overall, Ready Player One is a compulsory spectacle of movie lovers and those who want to reminisce with pop culture of the 80-90s. You might wanna watch it many times, or if still not satisfied with the movie, I recommend you to read the novel.

 

Leave a Reply