Pompeii; truly Disaster movie

Yang saya maksud dengan ‘Disaster’ diatas sebenarnya bukan merujuk pada bencana meletusnya gunung Vesuvius dalam film ini, melainkan gambaran saya tentang film Pompeii secara keseluruhan. Bencana meletusnya gunung Vesuvius hanya menjadi latar belakang kisah cinta terlarang yang terjadi antara dua insan di kota Pompeii yang berada tepat di kaki gunung Visuvius. Milo (Kit Harington) adalah budak milik Graecus (Joe Pingue) dan menjadi Gladiator, bertahan hidup sendiri sejak kecil saat orang tua dan seluruh warga kampungnya dibantai tentara Roma pimpinan Corvus (Kiefer Sutherland). Di kota Pompeii Milo bertemu (kembali) dengan Cassia (Emily Browning) dan saling jatuh cinta lalu bla bla bla… gunung meletus bla bla bla… Milo menyelamatkan Cassia dan film selesai. Ingat! ini adalah filmnya Paul W.S. Anderson yang secara konsisten mengibur kita dengan seri Resident Evil setiap beberapa tahun sekali (siap-siap dengan Resident Evil lagi ya tahun 2015), so what do you expect? Film sekelas Oscar? Buat saya cerita di film ini malah sangat mengganggu, namun kekurangan itu terlupakan karena Anderson memberikan visualisasi yang bagus dalam menggambarkan erupsi gunung Vesuvius serta bencana lain yang mengikutinya seperti wedhus gembel dan tsunami. Walaupun keotentikannya meragukan namun gambaran erupsinya paling tidak sesuai dengan gambaran Pliny The Younger yang menjadi saksi hidup bencana tersebut dan kalimat dalam suratnya menjadi kata-kata pembuka film ini. Performance para pemainnya bisa dibilang biasa saja, mungkin Kiefer Sutherland terlihat berusaha keras menjadi penjahat yang memorable (dan gagal). Banyak hal di film ini yang mengingatkan saya pada film Titanic dan Gladiator, sangat disayangkan eksekusi yang dilakukan Anderson malah membuat film ‘meledak’ dengan sia-sia dan hanya ledakan gunung Visuvius yang bisa menghibur penontonnya serta melupakan sisanya.

It scores 5 outta 10!

 

Leave a Reply