Percy Jackson: Sea of Monsters

Debut Percy Jackson yang pertama dilayar lebar tahun 2010 karya sutradara Chris Columbus bisa dibilang kurang menggembirakan dari sisi perolehan uang Box Office domestik di Amerika, tapi berhubung perolehan uang dari seluruh dunia lebih dari 200 juta dollar maka lahirlah sequelnya; Percy Jackson: Sea of Monsters meskipun waktu perilisannya sempat ditunda berkali-kali. Percy Jackson (Logan Lerman) adalah putra dari dewa laut Poseidon yang kini tinggal di camp Half-Blood, tempat dimana para demigod berkumpul. Adegan pembuka film ini akan menjelaskan tentang asal muasal dewa Zeus memberikan tameng perlindungan untuk camp Half-Blood agar tidak bisa dimasuki sembarangan orang. Tameng ini mulai hancur karena pohon ajaib yang menaunginya diracun oleh Luke Castellan (Jake Abel) dan untuk memulihkannya harus menggunakan kain ajaib bernama the golden fleece. Sialnya, kain ini dimiliki monster bermata satu (disebut Cyclops) di tengah laut segitiga bermuda yang angker. Demi kelangsungan hidup para demigod di camp Half-Blood maka Percy bersama sahabat-sahabatnya Grover (Brandon T. jackson) dan Annabeth (Alexandra Daddario) serta adik tirinya yang juga Cyclops bernama Taylor (Douglas Smith) berusaha mendapatkan kain ajaib itu dengan taruhan nyawa mereka. Berhasilkah mereka? Ya iyalah…! Bila Anda sudah baca seri novel Percy jackson pasti sudah tahu ceritanya. Bagi yang bukan penggemar Percy Jackson mungkin ada baiknya nonton film pertamanya karena ada beberapa plot holes yang akan Anda mengerti jika sudah membaca bukunya atau menyaksikan film The Lightning Thief. Saya pribadi belum pernah membaca bukunya sama sekali dan memang tidak tertarik untuk membacanya. Kalo filmnya? Yang pertama sih biasa saja, sequelnya ini lebih parah. Supporting Cast aktor-aktor besar dari film pertama seperti Pierce Brosnan dan Sean Bean tidak muncul lagi di film ini. Diperparah dengan karakterisasi yang dangkal dari semua karakter serta kisah cerita yang tidak fokus. Performance para pemainnya juga forgettable kecuali Nathan Fillion yang memerankan Hermes, sedikit lumayan. Film karya Thor Freudenthal ini jelas penurunan kualitas dari film sebelumnya kecuali dari sisi teknis spesial efek. Penonton remaja dan anak-anak mungkin akan terhibur, kalau saya jelas tertidur…..

It scores 5 outta 10!

Leave a Reply