Movie Review : The Lazarus Effect

Film horor yang benar adalah film yang bisa membuat penontonnya ketakutan, ngeri atau minimal kaget sekaget kagetnya. Film The Lazarus Effect karya sutradara David Gelb ini memang niatnya mau menakuti penonton karena sebenarnya premis film ini cukup menjanjikan, sayang sekali hasil akhirnya malah membuat penonton melongo kebingungan atau malah ketiduran ?

Pasangan Frank (Mark Duplass) dan Zoe (Olivia Wilde) melakukan eksperimen medis disebuah universitas yang diberi nama Lazarus Project. Tujuannya adalah mengembangkan sebuah serum yang bisa membantu pasien koma untuk hidup lebih lama. Perkembangan yang terjadi malah serum Lazarus ini bisa memberikan ‘kesempatan kedua’ untuk hidup, artinya nyawa yang sudah mati bisa hidup kembali. Sebuah konflik dan kecelakaan membuat Zoe tewas, Frank yang tidak ingin kehilangan Zoe yang ia cintai memaksa untuk menggunakan serum Lazarus agar Zoe hidup lagi. Hasilnya? Saya yakin Anda sudah bisa menebaknya…

Naskah film ini cukup buruk sehingga menyia-nyiakan talenta Duplass dan Wilde yang berusaha tampil prima. Semua yang ada di film ini bisa dibilang sangat klise dan mudah ditebak, ada mimpi buruk, mati lampu, main petak umpet, dan lain sebagainya yang sudah pernah saya lihat puluhan kali. Menyaksikan film ini malah mengingatkan saya pada film lain seperti Flatliners dan Lucy yang memang agak mirip ceritanya. Pertanyaan yang muncul dikepala saya adalah, is it a demon from hell or Zoe just using 100% of her brain capacity? ?

 

It scores 4 outta 10!

Leave a Reply