#MarkFelt : The Man Who Brought Down The White House

Kalimat “Based on the true story” bisa jadi daya tarik tersendiri bagi sebuah film, pertanyaannya adalah kisah siapa yang diceritakan dan sebagus apa ceritanya? Nama Mark Felt akan terdengar asing bagi kita disini, mungkin Anda lebih mengenal nama samarannya; Deep Throat.

Mark Felt (Liam Neeson) adalah orang nomor 2 di organisasi FBI, ia adalah wakil dari J. Edgar Hoover (direktur FBI saat itu). Ketika Hoover wafat maka orang yang paling cocok dan pas menggantikannya adalah Felt, sayangnya Kejaksaan Agung disana punya pendapat berbeda serta sudah memiliki kandidat sendiri, Pat Gray (Marton Csokas). Bukan saja Gray tidak berpengalaman di dunia investigasi FBI tapi juga diindikasikan sebagai ‘boneka’ Gedung Putih yang ditempatkan di FBI. Padahal FBI harus bebas dari intervensi manapun termasuk Gedung Putih. Kondisi yang tidak mengenakkan ini semakin diperparah dengan adanya skandal Watergate, berdasarkan hasil investigasi sementara yang berhasil dikumpulkan Felt dan anak buahnya, presiden Nixon diduga menjadi biang skandal Watergate dan satu-satunya cara untuk membongkarnya adalah dengan membocorkan informasi rahasia kepada wartawan. Itulah latar belakang cerita lahirnya Deep Throat.

Untuk sebuah thriller politik, film Mark Felt termasuk lumayan, Sutaradara Peter Landesman cukup baik dalam membangun ketegangan meskipun secara perlahan. Kekurangannya adalah terasa banyak plot holes sehingga ceritanya terasa melompat-lompat, mungkin Anda harus cari tahu sendiri melalui media lain seperti browsing atau buku agar bisa mendapat kisah yang lengkap. Penampilan Liam Neeson cukup baik, begitu juga dengan pemain pendukung lainnya. Jika Anda tertarik dengan kisah ini, saya sarankan untuk nonton film All The President’s Men yang dibintangi Robert Redford dan Dustin Hoffman karena ceritanya sama hanya dari sudut pandang yang berbeda.

 

Leave a Reply

Tags: