INSIDIOUS Chapter 2; Horror in full circle

Bila Anda sudah pernah menyaksikan film Insidious yang pertama karya James Wan dan menyukainya, maka Anda wajib menyaksikan kelanjutan kisahnya di film Insidous Chapter 2. Kisah di Chapter 2 melanjutkan persis setelah film Chapter 1 berakhir, dimana Elise (Lin Shaye) tewas karena dicekik nenek bergaun hitam yang mengambil alih tubuh Josh Lambert (Patrick Wilson). Setelah selesai dengan urusan polisi, pasangan Josh dan Renai lambert (Rose Byrne) bersama tiga anaknya, Dalton, Foster dan Cali,  tinggal di rumah orangtua Josh, Lorraine Lambert (Barbara Hershey). Renai dan Lorraine akhirnya menyadari bahwa hidup mereka belum kembali normal karena penampakan dan suara-suara misterius kembali menghantui mereka. Lorraine meminta bantuan duo Specs (Leigh Wannel) dan Tucker ( Angus Sampson) yang sebelumnya pernah membantu Elise, berhubung Elise sudah wafat maka Specs dan Tucker meminta bantuan Carl (Steve Coulter) yang dulu pernah bekerjasama dengan Elise saat Josh masih muda dan mengalami gangguan supranatural di rumahnya. Penyelidikan mereka berempat mengarah pada kesimpulan bahwa Josh kini terperangkap di “dunia lain” dan nenek bergaun hitam yang dikenal sebagai The Dark Bride, yang mendiami tubuh Josh saat ini, akan membunuh Renai dan anak-anaknya. Untuk menyelamatkan keluarga Lambert harus ada yang menghancurkan memori The Dark Bride yang ternyata berhubungan dengan masa lalu keluarga Lambert.

Buat saya Chapter 2 tidak bisa dipisahkan dari film pertamanya. This movie is now in a complete full circle. Beberapa plot holes yang terdapat di film pertama akan terjawab di film ini. Siapa sih si nenek lampir bergaun hitam itu? Kenapa dia ngotot sekali dengan Josh? Hal itu akan terjawab di film ini, bahkan lebih detail karena menyangkut penyakit mental yang dialaminya di masa lalu. Pendalaman karakternya memang kurang tergali dengan optimal, mungkin karena takut berubah jadi film drama he..he..he… Penampilan para pemainnya bisa dibilang biasa saja, hanya Rose Byrne saja yang agak menonjol. Di film pertama, kehadiran duo ghostbuster Specs dan Tucker sangat menggangu saya, tapi di film ini mereka bisa memberikan porsi humor yang pas dan sesuai dengan jalan cerita (bahkan mungkin bisa jadi icon baru). Kepiawaian James Wan dalam menggarap film horor terlihat jelas di Chapter 2 meskipun ada beberapa momen seram yang agak sedikit mengingatkan kita pada The Conjuring, buat saya sih gak masalah karena film ini memiliki ciri khas sendiri. Salah satu keunggulan Wan menggarap film horor adalah ia menggambarkan hal-hal yang sebagian besar orang pernah mengalaminya, seperti suara telapak kaki, bunyi ketukan dan pintu berderit yang dikehidupan nyata bisa membuat kita memikirkan hal-hal yang nggak-nggak alias berbau supranatural, bukan begitu bukan?  Oiya.. salah satu ciri khas Insidious adalah si “setan merah” yang sayangnya gak muncul di film ini. Mudah-mudahan kalimat terakhir di film ini yang diucapkan Elise “Oh My God.!”  jadi indikasi munculnya si setan merah di Chapter 3.

It scores 6 outta 10!

Leave a Reply