How to train your dragon 2; bigger & better

Saya pernah menobatkan film How To Train Your Dragon menjadi salah satu dari 10 film terbaik di tahun 2010 dan Dreamworks Animation butuh waktu 4 tahun dalam menggarap sequelnya yang rilis bulan Juni 2014 ini, hasilnya? lebih dari memuaskan!
Hiccup (disuarakan kembali oleh Jay Baruchel) kini berusia 20 tahun dan didaulat oleh sang ayah, Stoick The Vast (Gerard Butler) untuk menjadi pemimpin desa Berk menggantikan dirinya. Hiccup yang masih merasa belum menemukan jatidirinya menolak dengan alasan tidak mampu. Ia lebih suka menjelajah bersama naga Night Fury kesayangannya yang bernama Toothless. Hiccup dan Toothles banyak menemukan area baru dan mendokumentasikannya dalam bentuk peta hingga suatu saat ia menemukan fakta bahwa kaum Viking yang tinggal di desa Berk bukan satu-satunya tempat yang ditinggali manusia sekaligus para naga. Drago Bludvist (Djimon Hounsou) juga memiliki banyak naga hanya saja ia memiliki tujuan jahat untuk menguasai dunia. Sebelum ia bisa menguasai dunia, ia harus terlebih dahulu menguasai desa Berk yang penuh dengan naga untuk dijadikan pasukannya.
Sutradara Dean DeBlois kembali mengarahkan para voice talent dari film pertama sekaligus menulis kisahnya. Bisa dibilang film ini secara keseluruhan berhasil menyamai kualitas film pertamanya, bukan cuma menghibur penonton anak-anak dan dewasa tapi juga memberikan values yang menurut saya penting apabila penonton bisa memahami filosofinya. Meskipun lebih banyak porsi drama namun aksi dan komedinya bisa mencuri perhatian dan tidak membosankan. Teknik animasinya juga bagus, sinematografinya sangat sedap dipandang mata dan saya sarankan Anda untuk menyaksikan dalam format 3D jika memiliki budget lebih. Singkat kata: it’s a must see movie!! 

It scores 8 outta 10!

Leave a Reply