GODZILLA is the best monster’s movie of the year (so far)

 

Pada tahun 1999 Joe Brody (Bryan Cranston) yang bekerja sebagai engineer di sebuah pembangkit tenaga nuklir Janjira yang berada di Jepang, merasakan sebuah keanehan berupa gempa yang tidak biasa. Gempa ini menyebabkan power plant tersebut hancur dan menewaskan istrinya tercinta. 15 tahun kemudian, Ford Brody (Aaron Taylor Johnson) masih mendapati sang ayah berusaha mencari tahu penyebab kematian istrinya di Jepang. Joe bukan satu-satunya orang yang sedang menyelidiki keanehan ini, ada sebuah organisasi bernama Monarch pimpinan Dr. Ichiro Serizawa (Ken Watanabe) yang juga mengikuti perkembangan kejadian aneh ini yang ternyata telah berlangsung selama puluhan tahun. Joe dan Ford Brody serta Serizawa akhirnya mendapati fakta bahwa yang mereka hadapi adalah sebuah MUTO (Massive Unidentified Terrestrial Organism) yang mengkonsumsi radiasi dan kehadirannya bisa memusnahkan umat manusia. Dr. Serizawa yakin kehadiran Gojira yang akan membuat keseimbangan alam dan hanya Gojira lah yang bisa membinasakan MUTO, sedangkan pihak militer lebih merasa perlu untuk membunuh MUTO dan Gojira demi keselamatan umat manusia.

Ini bukan kali pertama bagi sutradara Gareth Edwards menggarap film dengan tema monster raksasa, ia pernah membuat film sci-fi indie berjudul Monsters yang menurut saya kualitasnya diatas rata-rata (baca: Bagus!). Nama Godzilla sudah sangat populer sejak pertama kali muncul di film Godzilla karya Toho tahun 1954. Terakhir yang saya ingat adalah film karya Rolland Emmerich yang ngaco tapi cukup seru. Untungnya film karya Erward ini tidak mengulangi formula Emmerich, film yang baru ini jauh lebih berbobot dan lebih berkualitas dari semua sisi. Film ini sebenarnya lebih mengangkat sisi emosional manusia ketika menghadapi ketakutan akibat sebuah kondisi yang tidak diinginkan ketimbang main kucing-kucingan kayak versinya Emmerich yang rilis tahun 1998. Semua pemain yang muncul di film ini memberikan kontribusi yang pas sesuai perannya masing-masing, meskipun banyak karakter tapi tidak terasa tumpang tindih. Secara teknis pun film ini cukup apik, mulai dari spesial efek, sinematografi hingga music score yang menurut saya pas banget dengan visulisasinya. Semua hal itu memberikan nilai tambah bagi penonton dan pecinta Godzilla. I love it! Dan judul the best monster’s movie of the year (so far) diatas buat saya gak berlebihan.

It scores 8 outta 10!

Leave a Reply