#Geostorm

Biasanya kita bisa melihat landmark terkenal seluruh dunia luluh lantak ketika produser Dean Devlin bekerjasama dengan sutradara Rolland Emmerich dalam sebuah film. Kini Devlin yang duduk di kursi sutradara untuk pertama kalinya dan iapun sukses ‘menghancurkan’ banyak kota di dunia berkat film Geostorm. Saya agak curiga bahwa mereka berdua memang punya hasrat terpendam dan appetite for destruction yang bisa membinasakan umat manusia serta menjadikan film sebagai media pelampiasannya.

Di film Geostorm memang ada isu lingkungan, sains dan politik yang dikemukakan, tapi saya yakin Anda semua tahu bahwa BUKAN itu jualan utamanya. Kita semua tertarik menyaksikan film ini dengan pertanyaan yang sama, “apa lagi yang bakal hancur di film ini ya?”

17 negara di Dunia bekerja sama membuat sebuah stasiun ruang angkasa yang berfungsi mencegah kiamat terjadi di planet Bumi akibat rusaknya ekosistem yang secara perlahan menghancurkan planet ini beserta isinya. Stasiun ini merupakan satelit raksasa yang mengatur banyak satelit kecil untuk mengontrol cuaca agar tidak berubah menjadi ekstrim dan menghancurkan siapapun dan apapun yang ada didarat. Jake Lawson (Gerard Butler) adalah pimpinan proyek Dutch Boy yang membuat satelit ini dari nol. Ia sangat membanggakannya sampai akhirnya ia dipecat oleh adiknya sendiri. Max (Jim Sturgess) yang bekerja untuk Gedung Putih. Tiga tahun setelah Jake dipecat mulai terjadi error di stasiun yang mengatur cuaca tersebut dan disinyalir ada yang menjadikan satelit ini sebagai senjata untuk menghancurkan dunia  demi kepentingan politik tertentu. Disinilah saatnya untuk Gerard Butler (lagi-lagi) menyelamatkan dunia (dan presiden Amerika) dari kehancuran total yang kali ini disebabkan oleh cuaca ekstrim.

Jika Anda penggemar film action maka Geostorm termasuk yang akan memanjakan Anda dengan adegan – adegan menegangkan dibantu spesial efek yang sedap dipandang mata. Urusan cerita dan logika nomor sekian jadi gak perlu pusing untuk mencoba memahami jalan ceritanya. Selain ceritanya yang mudah dilupakan, akting para pemainnya juga sama. karena yang ditunggu sepanjang film ini hanya adegan ledakan dan hancurnya berbagai area serta penampakan kemurkaan alam yang memang dibuat untuk membuat mata Anda terbelalak. Meskipun spesial efeknya bukan yang terbaik tapi penampilannya jauh dari kata buruk karena itulah satu-satunya yang bisa menjual film ini agar melekat dibenak Anda. Saran saya, saksikan film ini dilayar bioskop karena dengan layar yang besar Anda bisa menikmati filmnya lebih baik, meskipun kemungkinan akan lupa keesokan harinya. Atau mungkin Anda akan ingat film ini jika judulnya diganti jadi The World Has Fallen?

Leave a Reply