Edge of Tomorrow; Groundhog Day in a sci-fi way!

Tahun 2013 dan 2014 berturut-turut menjadi tahun scifi buat aktor Tom Cruise. Setelah Oblivion kini ia kembali memerankan karakter jagoan berdasarkan kisah yang diangkat dari light novel “All You Need is Kill” karya Hiroshi Sakurazaka, judul filmnya Edge of Tomorrow. Kali ini jagoan yang diperankan Tom Cruise agak beda dalam arti lebih manusiawi dan membumi serta jauh dari gambaran superhero. Cruise memerankan Mayor William Cage, pekerjaannya lebih banyak dibelakang layar untuk marketing karena ia memang takut berperang. Ketika dunia diserang alien ganas yang disebut Mimic, Cage diminta Jendral Brigham (Brendan Gleeson) untuk terjun ke medan tempur disisi paling depan menggunakan armor yang dianggap ampuh dalam membunuh para alien. Ketakutan Cage yang memang tidak pernah bertempur menjadi kenyataan dan ia pun tewas. Anehnya, ketika ia tewas ia akan bangun di saat tepat ketika ia pertama kali datang ke barak militer sebelum ia berangkat ke medan perang. Kebingungan plus ketakutannya membuat ia tewas lagi dan lagi dan lagi, hingga akhirnya ia mendapat petunjuk dari Rita Vrataski (Emily Blunt) tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Kisah film ini mengingatkan saya kembali pada sebuah film berjudul Groundhog Day yang dibintangi Bill Murray tahun 1993 (one of my favourite movie of all time). Bedanya, Groundhog Day bertema komedi dengan karakter yang arogan, sedangkan Edge of Tomorrow bertema fiksi ilmiah dengan karakter yang penakut. Tom Cruise bermain apik sebagai Cage, saya acungkan jempol saat ia berhasil menunjukkan betapa pengecutnya William Cage ketika diperintahkan untuk maju ke medan perang dan bertransisi menjadi tentara yang tangguh, perannya kali ini jelas terlihat lebih manusiawi ketimbang karakter lain yang pernah ia perankan dan lebih terlihat layaknya superhero (silahkan tonton lagi Oblivion dan Knight & Day). Para pemain pendamping juga tampil bagus, mulai dari Emily Blunt dengan tampilan full metal bitch yang keren hingga Bill Paxton dengan aksen Texasnya yang lucu. Sutradara Doug Liman saya anggap berhasil mempresentasikan sebuah kisah scifi yang sangat menghibur dari semua aspek, kecuali endingnya yang buat saya terlalu biasa.

It scores 8 outta 10!

Leave a Reply