Dumb & Dumber To; 19 years too late for a sequel

Tepat 20 tahun yang lalu ada sebuah film komedi yang jadi hit serta membuat nama Jim Carrey melejit, bukan The Mask dan bukan Ace Ventura yang kebetulan sama-sama rilis tahun 1994, melainkan Dumb and Dumber. Lloyd Christmas (Jim Carrey) dan Harry Dunne (Jeff Daniels) adalah dua orang sahabat yang sangat kompak (kebodohannya). Setelah ditinggal Mary Swanson (lihat lagi film pertamanya), Lloyd tinggal dirumah sakit jiwa selama 20 tahun dan selama 20 tahun setiap seminggu sekali Harry selalu setia menjenguk Lloyd di RS. Kunjungan Harry kali ini agak berbeda karena Harry ingin berpamitan demi mencari donor ginjal yang ia butuhkan untuk dirinya. Sebuah surat yang sudah lama tersimpan di rumah orang tua Harry menunjukkan bahwa Harry memiliki seorang putri dan perjalanan mencari putri Harry yang hilang pun dimulai.

Jeda selama 20 tahun seakan tidak terasa di film ini, mungkin karena hampir semua orang yang terlibat di film pertamanya ikut berpartisipasi di film Dumb and Dumber To. Dua bersaudara Peter dan Bobby Farrelly duduk di kursi sutradara mengarahkan kembali duo Jim Carrey dan Jeff Daniels. Kedua aktor ini menurut saya cukup konsisten dan apik dalam memerankan karakter Lloyd dan Harry yang sok tahu dan bodohnya gak ketulungan. Sayangnya naskah film ini tidak sekuat performance kedua bintangnya, menurut saya materi komedinya sudah basi kecuali jika film ini dirilis setahun setelah film pertamanya rilis. Sekedar catatan, ada beberapa komedi sejenis ini yang lebih up to date, seperti Anchorman misalnya. Selama 20 tahun ada perubahan selera komedi yang cukup signifikan dalam dunia film (Hollywood) dan Farrelly Brothers tetap kekeuh mempertahankan komedi yang sama dengan film pertamanya, malahan bisa dibilang Dumb and Dumber To merupakan copy paste yang sama persis dengan pendahulunya dan hasilnya cukup membosankan. Selain karena materi komedi yang basi, film sequelnya ini tidak terasa membumi seperti film pertama, banyak kebodohan mereka yang agak out of context kalo gak mau dibilang aneh, perhatikan adegan mandi yang membuat tubuh mereka menyala karena radiasi serta adegan menghindari angin tornado. Overall.. this movie only works for the sake of nostalgia, selain itu Anda tidak akan mendapat apa-apa kecuali kenangan / daydreaming adegan-adegan lucu dari film pertama (yang masih membekas di kepala saya).

It scores 4 outta 10!

Leave a Reply