Comic 8; tidak selucu diatas panggung

Sangat sedikit film Indonesia yang membuat saya tertarik untuk menyaksikannya di bioskop, salah satunya adalah Comic 8 yang sukses membuat saya penasaran karena kebetulan saya cukup sering nonton acara-acara standup comedy lokal yang tayang di Kompas TV. Dengan harapan filmnya akan selucu lawakan mereka di televisi maka berangkatlah saya menyaksikan film ini. Ceritanya simpel tapi dibuat njelimet oleh sang sutradara Anggy Umbara. Babe, Bintang dan Fico ingin memperbaiki hidup mereka menjadi lebih baik (baca: ingin jadi orang kaya) dan mereka memutuskan untuk merampok Bank INI, bukan Bank itu. Sialnya pada saat mereka melakukan perampokan ada perampok yang lebih profesional dengan senjata berat yang juga merampok Bank INI di saat yang bersamaan, mereka adalah Ernest, Kemal dan Arie. Lebih kacaunya lagi, ternyata masih ada dua orang perampok juga yang ingin merampok bank yang sama, bedanya adalah Mongol dan Mudy lebih absurd dari enam perampok lainnya. Ketika bank sudah dikepung kesatuan Polisi yang harus dilakukan agar mereka bisa lolos adalah bekerjasama, sesuai usulan Indro Warkop yang menjadi tawanan di dalam Bank. Lalu bagaimana caranya agar 8 makhluk ‘aneh’ ini bisa bekerjasama? Saya sih cuma bisa tepok jidat.

comic8

Buat saya plot cerita dan karakterisasi jadi masalah utama film ini. Berhubung tokohnya memang ada delapan yang ingin diangkat, masalah karakterisasi bisa saya maklumi, toh mereka juga sebenarnya memerankan diri mereka sendiri. Twist cerita di akhir film jelas dipaksakan, mungkin demi menutupi kekurangan kualitas cerita dari awal hingga akhir. Meskipun ada beberapa materi yang lucu namun overall film ini jauh dari apa yang saya harapkan dan menumbangkan rasa penasaran saya, digantikan dengan perasaan sedih. Malah end credit tittle-nya lebih menarik karena menampilkan para comic yang sedang beraksi diatas panggung dan lawakan mereka disitu lebih lucu dari kisah filmnya.

It scores 4 outta 10!

Leave a Reply

Tags: