Colossal

Ada banyak film aneh bin ajaib yang sudah saya tonton, kebanyakan biasa saja bahkan buruk, tapi ada juga sedikit (sekali) yang bagus dan berkualitas, salah satunya film besutan sutradara Nacho Vigalondo berjudul Colossal.

Paruh pertama terasa seperti drama pada umumnya, berjalan lambat dan mencoba mendalami karakter utamanya. Seorang wanita bernama Gloria (Anne hathaway) didepak oeh sang kekasih (Dan Stevens) karena selalu mabuk dan tidak punya pekerjaan. Dengan kondisi yang buruk itu Gloria memutuskan untuk pulang kampung dengan harapan bisa berubah menjadi orang yang lebih baik. Disana ia bertemu Oscar (Jason Sudeikis), teman sekolahnya saat mereka masih kecil, yang menyambut Gloria dengan gembira bahkan menawarkan pekerjaan di kafe miliknya.

Lanjut paruh kedua film inilah yang mulai terasa beda. Diawali dengan kemunculan Kaiju (monster raksasa macam Godzilla) di Seoul, Korea Selatan yang memporakporandakan lingkungan disana. Kaijiu tersebut muncul dan hilang secara tiba-tiba tanpa ada yang tahu dari mana asalnya dan apa yang diinginkan sang monster kecuali…. Gloria. Gloria akhirnya menyadari bahwa itu terhubung dengan Kaiju yang ada di Korea meskipun belum tahu kenapa dan bagaimana. Satu-satunya yang menjawab persoalan Gloria adalah Oscar yang akan dijelaskan di akhir film.

Awalnya mungkin terasa seperti campur aduk, ada drama, komedi, romansa, sci-fi, dan monster. Namun setelah film berakhir Anda akan memahami bahwa  Colossal hanya kisah hidup manusia pada umumnya, sama seperti kita, yang berkutat pada sebuah masalah dan berusaha mencari solusinya. Satu hal yang perlu diketahui adalah film Colossal banyak memilliki simbol, perumpaaan dan metafora, jadi dibutuhkan sedikit pemikiran dan pengertian (berdasarkan pengalaman masing-masing penontonnya) agar ceritanya bisa dimengerti secara holistik. Jika Anda mengerti apa yang baru saja Anda baca maka kemungkinan besar Anda tidak akan mengalami masalah untuk memahami filmnya.

Yang patut diacungi jempol adalah ide cerita dan performa semua pemainnya. Hathaway dan Sudeikis enak disaksikan dari awal hingga akhir dan karakter pelengkapnya juga bukan terasa sebagai tempelan belaka tapi memiliki kontribusi dalam lingkungan rekanan Gloria dan Oscar.

Overall, meskipun Colossal tersmasuk salah satu film yang aneh bin ajaib namun film ini jelas terasa beda, Nacho Vigalondo berhasil memperlihatkan kepada kita tentang bagaimana manusia mencoba mencari solusi dengan cara yang ‘berbeda’. Aneh tapi menarik.

Leave a Reply

Tags: