Byzantium; a beautiful vampire tale

Masih ingatkah Anda dengan film Interview With a Vampire dengan bintang utama Tom Cruise yang beredar tahun 1994? Sutradara Neil Jordan yang membuatnya dan kini ia kembali dengan tema yang sama dengan Interview, hanya mungkin lebih feminis karena dilihat dari sudut pandang wanita bernama Clara dan Eleanor Webb. Pasangan ibu dan anak ini diperankan oleh Gemma Arterton dan Saoirse Ronan, mereka telah hidup selama 200 tahun dan berpindah-pindah dengan mengkonsumsi darah manusia. Disebuah desa di daerah Inggris mereka mendapat tempat tinggal di sebuah bekas hotel bernama Byzantium yang dimiliki Noel (Daniel Mays). Dengan keahlian Clara yang memiliki pengalaman sebagai pelacur selama 2 abad, ia mengubah tempat ini menjadi persinggahan bagi pelacur jalanan yang membutuhkan tempat “praktek”. Sementara itu Elanor/Ella jatuh cinta dengan seorang pemuda setempat bernama Frank (Caleb Landry Jones) yang mengidap penyakit Leukimia dan Frank pun sebenarnya menaruh hati pada Ella, hanya saja Ella menghindar karena tidak ingin menyakiti Frank. Hingga akhirnya Ella membuka diri dan membiarkan Frank tahu bahwa dirinya adalah seorang vampire. Keterbukaan Ella terhadap Frank membuat Clara murka dan mengancam membunuh Frank karena siapapun manusia yang mengetahui identitas asli mereka harus dibunuh. Sialnya, Clara dan Ella juga sedang diburu sebuah perkumpulan vampire bernama Brotherhood, mereka tidak menginginkan adanya vampire wanita, jadi Clara dan Ella harus dibunuh dan Brotherhood sudah mengetahui keberadaan mereka berdua di desa tersebut. Setelah sekian lama disuguhi kisah vampire yang memiliki cinta segitiga dengan manusia dan werewolf, akhirnya hadir kisah vampire yang lebih membumi dengan penceritaan yang indah. Neil Jordan memang cukup piawai mengangkat tema ini karena ini sudah kali ketiga ia membuat film tentang vampire. Diangkat dari drama karya Moira Buffini yang juga menggarap skrip film ini, kisah Byzantium tampil dengan karakter-karakter dan visualisasi memikat. Gaya penceritaan back and forth tampil wajar dan lancar sehingga bisa kita rangkum di benak kita saat film berakhir, Anda dapat menarik kesimpulan tentang apa yang telah terjadi pada pasangan ibu dan anak ini serta apa yang melatarbelakangi mereka melakukan apa yang telah mereka lakukan. Semua pemain tampil dengan memikat, baik pemeran utama maupun pendamping dan para figurannya. Bila Anda mencari kisah drama yang agak “beda”, film yang hanya di putar di jaringan Blitzmegaplex ini bisa jadi pilihan yang tepat.

It scores 8 outta 10!

Leave a Reply