Beyond Skyline Review

Masih ingat dengan film Skyline yang rilis tahun 2010? Yang ceritanya tentang orang-orang ‘disedot’ kedalam pesawat angkasa luar itu lho… Skyline (2010) adalah film invasi Alien yang membosankan tapi endingnya bikin penasaran, karena memang serunya film itu ya di 3 menit terakhirnya saja, pas lagi seru-serunya dan excited sama apa yang akan terjadi eh malah habis filmnya. (mungkin) itulah alasan hadirnya film Beyond Skyline yang baru saja dirilis di jaringan bioskop XXI ini.

Kisah film ini berjalan paralel dengan Skyline yang lama. Seorang polisi bernama Mark (Frank Grillo) yang terjebak bersama anaknya, Trent (Jonny Weston) di kereta bawah tanah yang mandeg gara-gara mati listrik. Ternyata kondisi ini disebabkan oleh alien yang menyerang Bumi. Mark beserta beberapa orang yang selamat mencoba mencari bantuan militer sambil menghindari serangan alien. Sayangnya mereka pun ‘tersedot’ ke dalam pesawat alien yang nantinya untuk diambil otaknya. Dengan susah payah Mark mencoba menyelamatkan Trent namun gagal dan malah terdampar dihutan di wilayah segitiga emas asia bersama Audrey (Bojana Novakovic), dan disinilah mereka bertemu Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Yang awalnya berseteru kini mereka akhirnya bersatu bahu membahu menyelamatkan planet Bumi dari serangan alien dan sialnya, candi Prambanan jadi porak poranda berantakan. Damn…!!

Rakyat Indonesia mungkin cukup excited dengan kehadiran Iko Uwais dan Yayan Ruhian dalam film ini, mengalahkan popularitas Frank Grillo yang mulai dikenal pemirsa tanah air sejak berantem sama Captain America. Lalu apakah kehadiran Iko dan Yayan membuat film ini lebih baik? Menurut saya sih nggak ya. Malah bakat aksi bela diri Iko dan Yayan terlihat mubadzir, koreografi adegan kelahinya keren tapi gak didukung aspek lainnya. Kisahnya juga banyak plot holes sehingga membuat dahi saya berkerut karena ceritanya jadi gak jelas. Alih-alih menutup plot holes, sutradara Liam O’Donnell malah lebih fokus pada set up sequelnya, Anda akan melihatnya di adegan pembuka dan penutup film ini. Perasaan saya Beyond Skyline aja gak diharapkan untuk muncul, karena jeda 7 tahun itu lumayan lama padahal syutingnya sudah dari tahun 2015. Apalagi sequelnya, malah terkesan jadi trilogi yang dipaksakan, lagipula does anyone care..???

Overall, Beyond Skyline jadi film scifi yang serba tanggung dan hasil akhirnya jadi membosankan. Yang paling menyebalkan buat saya adalah kenapa Candi Prambanan gak disebut saja sebagai Candi Prambanan yang ada di Indonesia? biar nanti kalau ada wisatawan mancanegara yang ingin lihat langsung bisa datang ke Yogyakarta bukan ke segitiga bermuda. Tapi yah.. paling tidak kita sebagai rakyat Indonesia akan merasa aman, ketika suatu hari nanti ada serangan alien maka kita bisa mengandalkan Iko Uwais dan Yayan Ruhian dengan pencak silatnya yang memang keren.

Satu lagi, sama dengan film Skyline, ternyata bagian paling seru film ini ada di paling ujung terakhir yang isinya bloopers, 3 menit terakhir bloopers ini jauh lebih menarik dari keseluruhan kisah filmnya, percaya deh…!

 

Leave a Reply