47 Ronin; is it Kai or Oishi’s story?

 
Ketika legenda Jepang di caplok Hollywood

Film 47 Ronin karya sutradara Carl Rinch merupakan adaptasi dari kisah legenda yang cukup populer di Jepang. Mengisahkan tentang seorang anak halfbreed (blasteran ya?) bernama Kai yang dipungut lord Asano (Min Tanaka) untuk mengabdi di rumahnya. Saat Kai dewasa (diperankan Keanu Reeves) diam-diam menjalin cinta dengan putri lord Asano, Mika (Ko Shibasaki). Saat lord Asano mengundang Shogun Tsunayoshi (Cary-Hiroyuki Tagawa) ke istananya dalam rangka perayaan festival Shogun, terjadi kekacauan yang didalangi oleh lord Kira (Tadanobu Asano) serta penyihirnya (Rinko Kikuchi) yang menyebabkan lord Asano tewas ber-Harakiri. Mulai saat itu Kai serta para samurai lord Asano yang dipimpin oleh Osihi (Hiroyuki Sanada) diusir dan tidak boleh kembali, tapi Oishi bersumpah untuk membalaskan dendam atas kematian lord Asano dan ternyata masa lalu Kai menjadi kunci untuk pembalasan dendam para Ronin. Buat Anda yang belum tau, istilah Ronin digunakan kepada samurai yang tidak memiliki tuan/majikan. 
 
Secara visual film ini menampilkan hal yang menarik meskipun spesial efeknya bukan yang terbaik. Dari segi cerita juga demikian, banyak hal menarik yang bisa dieksplor lebih jauh tapi gak kesampaian, semuanya terlihat serba tanggung dan gak tuntas, terutama dari sisi teknis, maklum carl Rinch baru pertama kali ini bikin film layar lebar. Production Design yang dikerjakan Jan Roefls cukup apik menggambarkan lingkungan di Jepang zaman feodal dan itu jadi nilai tambah tersendiri karena memberikan sensasi visual yang beda, apalagi kalo kita sering nonton film barat dan mandarin karena pemandangan Jepang memang berbeda. Wait.. film ini kan syutingnya di london dan Budapest.. *gubrak* yah.. begitulah Hollywood...
 It scores 6 outta 10!

Leave a Reply